SURABAYA , – Pelaksanaan pembagian bantuan sosial berupa sembako di Gedung Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, terpantau masih berlangsung pada Selasa (28/4/2026) siang. Meski berjalan, proses distribusi ini sempat diwarnai kendala teknis pada hari sebelumnya.
Program bantuan kali ini menyasar sekitar 6.700 penerima manfaat yang terdiri dari lansia, penyandang disabilitas, dan warga fakir miskin. Setiap penerima mendapatkan paket bantuan berupa:
Beras: 20 kg
Minyak Goreng: 4 liter
Mengingat banyaknya jumlah penerima, pihak kelurahan memprediksi proses pembagian ini baru akan rampung sepenuhnya pada hari Jumat mendatang.
Lurah Sidotopo Wetan, Bimo, mengungkapkan bahwa operasional pembagian sembako pada hari Senin kemarin sempat mengalami hambatan. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh minimnya jumlah petugas dari pihak Bulog yang diterjunkan di lapangan.
”Pihak kelurahan di sini kapasitasnya hanya sebagai penyedia tempat. Untuk urusan teknis kinerja dan eksekusi di lapangan, seharusnya menjadi tanggung jawab penuh dari pihak Bulog,” tegas Bimo saat memberikan keterangan kepada media.
Bimo juga mengkritik masalah koordinasi data. Ia menyebut data penerima yang diserahkan ke kelurahan seringkali tidak akurat, terutama terkait detail alamat RT dan RW, sehingga menyulitkan petugas kelurahan dalam membantu mengarahkan warga. Ia berharap pihak pelaksana dari Bulog lebih intens menjalin komunikasi agar pendistribusian ke depan lebih teratur, dan juga harus ada petugas dari Bulog yang ikut menjaga, dan selama ini yang mengamankan cuman dari pihak kelurahan saja,”ucap Bimo kepada awak media
Di lokasi yang sama, sejumlah warga menyampaikan aspirasinya terkait proses antrian. Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya menilai bahwa sistem pelayanan bantuan pangan dari Bulog perlu dibenahi agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama.
”Untuk pembagian yang akan datang, harapan kami petugas sudah punya kesiapan yang lebih matang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, supaya tidak semrawut,” ujar salah satu warga Sidotopo Wetan.
Hingga Selasa siang, antrian warga masih terlihat mengular namun tetap dalam pengawasan pihak keamanan setempat untuk menjaga ketertiban selama proses pengambilan sembako berlangsung

Leave a Reply