{"id":2780,"date":"2026-07-14T09:18:51","date_gmt":"2026-07-14T09:18:51","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpemburu.com\/?p=2780"},"modified":"2026-07-14T09:18:51","modified_gmt":"2026-07-14T09:18:51","slug":"hanya-diupah-rp-20-ribu-per-ranjau-residivis-narkoba-kembali-diringkus-polres-pelabuhan-tanjung-perak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/2026\/07\/14\/hanya-diupah-rp-20-ribu-per-ranjau-residivis-narkoba-kembali-diringkus-polres-pelabuhan-tanjung-perak\/","title":{"rendered":"Hanya Diupah Rp 20 Ribu per Ranjau, Residivis Narkoba Kembali Diringkus Polres Pelabuhan Tanjung Perak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Surabaya , &#8211; Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah hukum Kota Surabaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seorang kurir narkoba berinisial TWS (29), warga Jalan Bratang, Surabaya, berhasil diringkus beserta belasan klip paket sabu siap edar.Selasa ( 14\/7\/2026 )<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bKapolres Pelabuhan Tanjung Perak melalui Kasat Resnarkoba AKP Adik Agus Putrawan, S.H., M.H., mengonfirmasi penangkapan ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP\/A\/330\/VII\/2026\/SPKT.Satresnarkoba\/Polres Pelabuhan Tanjung Perak\/Polda Jatim tertanggal 1 Juli 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bKronologi Penangkapan dan Modus Operandi<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bPenangkapan tersangka bermula pada hari Rabu, 1 Juli 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas yang telah mengantongi informasi masyarakat langsung melakukan penggerebekan di sebuah rumah di kawasan Jalan Sidosermo, Surabaya. Di lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan tersangka TWS yang kedapatan menguasai paket narkotika jenis sabu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bBerdasarkan pemeriksaan penyidik, sabu tersebut diketahui milik seorang bandar berinisial KING (kini berstatus DPO).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tersangka TWS dikendalikan secara jarak jauh oleh KING menggunakan aplikasi pesan instan terenkripsi bernama Zangi untuk mengambil kiriman 12 klip plastik sabu yang diletakkan (diranjau) di kawasan Bratang, Surabaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bDari total 12 klip tersebut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200b2 klip plastik diberikan secara gratis kepada tersangka TWS sebagai imbalan konsumsi pribadi.<br>\u200b10 klip plastik lainnya diperintahkan oleh Sdr. KING (DPO) untuk diedarkan kembali menggunakan sistem &#8220;ranjau&#8221; (diletakkan di titik tersembunyi yang disepakati) di empat titik strategis di Surabaya, yaitu:<br>\u200bJalan Jemur Sari, Surabaya<br>\u200bJalan Margorejo, Surabaya<br>\u200bJalan Pucang, Surabaya<br>\u200bJalan Deltasari, Surabaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200b&#8221;Sebelum barang haram tersebut sempat diambil oleh para pemesan di lokasi ranjau, petugas kami berhasil bergerak cepat mengamankan tersangka TWS terlebih dahulu,&#8221; terang AKP Adik Agus Putrawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bMotif dan Rekam Jejak Residivis<br>\u200bTersangka TWS mengaku nekat mengedarkan barang haram tersebut demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, ia juga tergiur karena bisa menggunakan narkotika jenis sabu tersebut secara gratis. Dalam menjalankan bisnis haram ini, TWS dijanjikan upah sebesar Rp 20.000,- untuk setiap 1 klip plastik sabu yang berhasil ia ranjau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bCatatan kepolisian menunjukkan bahwa TWS merupakan seorang residivis. Pada tahun 2023, ia pernah divonis atas kasus serupa dan baru saja menyelesaikan masa hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan di Lapas Madiun Baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bBarang Bukti yang Disita<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bDari tangan tersangka, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200b12 (dua belas) buah klip plastik berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto keseluruhan \u00b1 12,18 (dua belas koma delapan belas) gram.<br>\u200b1 (satu) buah kotak handphone (HP) yang digunakan untuk menyembunyikan barang bukti.<br>\u200b1 (satu) unit handphone yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi dengan DPO KING melalui aplikasi Zangi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bJeratan Hukum<br>\u200bAtas perbuatannya, tersangka TWS kini kembali harus mendekam di balik jeruji besi. Ia dijerat dengan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u200bPasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika<br>\u200bAtau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.<br>\u200bTersangka terancam pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus melakukan penyidikan intensif guna memburu keberadaan Sdr. KING (DPO) serta menumpas jaringan pengedar di atasnya. ( Z )<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>Surabaya , &#8211; Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah hukum Kota Surabaya. Seorang <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/2026\/07\/14\/hanya-diupah-rp-20-ribu-per-ranjau-residivis-narkoba-kembali-diringkus-polres-pelabuhan-tanjung-perak\/\" title=\"Hanya Diupah Rp 20 Ribu per Ranjau, Residivis Narkoba Kembali Diringkus Polres Pelabuhan Tanjung Perak\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":2781,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tni-polri"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2780"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2782,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2780\/revisions\/2782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}