{"id":2237,"date":"2026-05-25T16:56:46","date_gmt":"2026-05-25T16:56:46","guid":{"rendered":"https:\/\/liputanpemburu.com\/?p=2237"},"modified":"2026-05-25T16:56:46","modified_gmt":"2026-05-25T16:56:46","slug":"aroma-tak-sedap-di-balik-sp3-kasus-sunama-publik-soroti-kinerja-penyidik-polres-sampang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/2026\/05\/25\/aroma-tak-sedap-di-balik-sp3-kasus-sunama-publik-soroti-kinerja-penyidik-polres-sampang\/","title":{"rendered":"Aroma Tak Sedap di Balik SP3 Kasus Sunama, Publik Soroti Kinerja Penyidik Polres Sampang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SAMPANG \u2013 Terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan (SP3 Lidik) atas laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan Sunama, warga Dusun Bunut, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, memantik sorotan tajam publik. Alih-alih menghadirkan kepastian hukum, penghentian perkara ini justru memunculkan rangkaian pertanyaan kritis yang hingga kini belum terjawab.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam surat resmi tertanggal 20 Mei 2026, Satreskrim Polres Sampang menyatakan laporan tersebut dihentikan dengan alasan hasil penyelidikan menyebut peristiwa yang dilaporkan bukan tindak pidana atau tidak cukup alat bukti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun benarkah demikian?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika memang alat bukti dinilai tidak cukup, mengapa terlapor yang disebut bernama Sawi justru sempat mangkir saat dipanggil penyidik tanpa ada tindakan tegas lanjutan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa proses penyelidikan dihentikan ketika pihak terlapor bahkan belum menunjukkan itikad kooperatif secara penuh?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sunama mengaku pada 24 April 2026 dirinya datang memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 WIB di ruang PPA. Namun, ia diperiksa oleh penyidik berbeda dari sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaannya, mengapa pemeriksaan dialihkan ke penyidik lain? Apakah ada alasan administratif yang jelas, atau justru ada perubahan arah penanganan perkara?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih mengejutkan lagi, korban mengaku diminta agar tidak membicarakan perkara tersebut kepada wartawan dan tidak memberitakannya ke media.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa pelapor harus diminta diam?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa yang sebenarnya dikhawatirkan jika perkara ini diketahui publik?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukankah keterbukaan informasi justru menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas penegakan hukum?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Korban juga diminta menunggu hingga pukul 13.00 WIB dengan alasan kedua belah pihak akan dipertemukan untuk pemeriksaan lanjutan. Namun hingga waktu yang ditentukan, terlapor tidak pernah hadir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika benar terlapor mangkir, mengapa tidak ada upaya pemanggilan ulang yang lebih tegas?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa justru pelapor yang berkali-kali hadir, sementara terlapor terkesan dibiarkan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kejanggalan berikutnya terjadi saat Suna, anak perempuan korban, dipanggil sebagai saksi pada malam hari tanggal 29 April 2026.<br>Mengapa saksi perempuan dipanggil di luar jam kerja?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah prosedur pemanggilan malam hari itu sesuai standar pemeriksaan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ataukah ada pola penanganan yang patut dipertanyakan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena merasa takut, saksi memilih tidak hadir. Sementara Bunadin, saksi lain yang disebut berada di lokasi kejadian, juga tidak datang memenuhi panggilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika saksi-saksi kunci belum seluruhnya diperiksa optimal, atas dasar apa penyidik menyimpulkan alat bukti tidak cukup?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimana mungkin perkara dinyatakan selesai sementara rangkaian pemeriksaan justru menyisakan banyak celah?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keputusan penghentian perkara ini menimbulkan kesan adanya proses yang terburu-buru.<br>Apakah penghentian ini murni berdasarkan fakta hukum objektif?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ataukah ada faktor lain yang membuat kasus ini seolah harus segera ditutup?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Publik berhak tahu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab dalam negara hukum, keadilan bukan hanya soal putusan akhir, melainkan juga bagaimana proses itu dijalankan secara jujur, transparan, dan tanpa keberpihakan.<br>Kini masyarakat menunggu jawaban resmi dari Polres Sampang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akankah institusi penegak hukum ini menjelaskan seluruh kejanggalan tersebut secara terbuka, atau justru memilih membiarkan tanda tanya ini terus menggantung di benak publik?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>SAMPANG \u2013 Terbitnya Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan (SP3 Lidik) atas laporan dugaan penganiayaan yang dilaporkan Sunama, warga Dusun Bunut, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, memantik sorotan <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/2026\/05\/25\/aroma-tak-sedap-di-balik-sp3-kasus-sunama-publik-soroti-kinerja-penyidik-polres-sampang\/\" title=\"Aroma Tak Sedap di Balik SP3 Kasus Sunama, Publik Soroti Kinerja Penyidik Polres Sampang\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":2238,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2237"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2239,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2237\/revisions\/2239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputanpemburu.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}