PAWON Gelar Santunan Anak Yatim: Mempererat Silaturahmi Lewat Sepeda Tua dan Kepedulian Sosial

oplus_2

​SURABAYA, Liputanpemburu.com – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum emas untuk menebar kebaikan. Semangat inilah yang diusung oleh komunitas pecinta sepeda tua, Paguyuban Ontel Wonosari Lor (PAWON). Pada Selasa (10/3/2026) sore, mereka menggelar kegiatan santunan anak yatim piatu bertajuk “Lembutkan Hati dengan Berbagi di Bulan Suci Ramadhan” yang berlokasi di Wonosari Lor Gang KB, Surabaya.

​Acara yang berlangsung khidmat menjelang waktu berbuka puasa ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolsek Semampir Kompol Hery Iswanto, Anggota DPRD Kota Surabaya H. M. Syaifuddin, Drs. H. Rasiyo, M.Si.serta tokoh masyarakat sekitar

​

​Kegiatan dibuka oleh Ustadz Ainur Rofiq dengan pembacaan tawassul dan doa Al-Fatihah yang dikirimkan untuk para leluhur serta anggota keluarga yang telah wafat. Suasana religius semakin kental saat tim Hadroh Al-Banjari yang beranggotakan remaja kampung Wonosari Lor melantunkan sholawat Nabi, mengiringi jalannya acara dengan penuh keberkahan.

​

​Ketua Penyelenggara, Ustadz Efendi, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota paguyuban dan warga yang hadir untuk menjadikan Ramadhan sebagai sarana meningkatkan kualitas spiritual.

​”Marilah kita terus berupaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, salah satunya melalui kepedulian sosial seperti ini,” ujar Ustadz Efendi.

​Senada dengan hal tersebut, Pembina PAWON, H. Hayat, menekankan bahwa kekompakan komunitas hobi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menyayangi anak yatim sesuai anjuran Rasulullah SAW.

​”Kegiatan ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk memberikan kebahagiaan kepada anak-anak. Sebagaimana pesan Rasulullah, kita diwajibkan untuk menyayangi dan menyantuni mereka,” tambah H. Hayat

​Dalam tausiyahnya, KH. Abdul Wahid asal Sidoarjo menjelaskan filosofi di balik indahnya berbagi. Beliau memaparkan bahwa siapa pun yang meringankan beban sesama Muslim akan dijauhkan dari marabahaya (bala’) dan dimudahkan pintu rezekinya oleh Allah SWT.

​Beliau menutup ceramahnya dengan harapan agar kegiatan yang dilakukan oleh PAWON ini dapat terus dijaga konsistensinya (istiqomah) hingga masa-masa mendatang.

​Melalui aksi nyata ini, Paguyuban Ontel Wonosari Lor membuktikan bahwa kesamaan hobi pada sepeda tua bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan motor penggerak kebaikan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat perkotaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*